Senin, 09 Juli 2012
Sabtu, 14 April 2012
PATROLI
Terdesak Ekonomi
Sindikat Mobil Rental Dibongkar Aparat
indosiar.com, Yogyakarta - Sindikat penggelapan mobil rental di Yogyakarta Senin (02/04/07) dibongkar petugas Polres Bantul. Terbongkarnya sindikat tersebut setelah petugas berhasil meringkus salah seorang pelaku utama yang bekerja sebagai karyawan Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 5 buah mobil.
5 buah mobil dari 11 mobil yang di gelapan tersangka Bagiyo, salah seorang karyawan sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta kini diamankan petugas Polsek Banguntapan Bantul. Saat dimintai keterangan tersangka mengaku perbuatannya tersebut dilakukan karena terdesak ekonomi rumah tangganya yang semakin sulit.
Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan cara meminjam mobil di sejumlah rental di Yogyakarta. Namun setelah dipakai justru di rentalkan dan sebagian lainnya di gadaikan kepada seorang bernama Mulyadi warga Piungan Bantul yang kini menjadi buronan polisi.
Menurut keterangan Kapolsek Banguntapan Bantul AKP Sinungwati, sedikitnya ada 11 mobil yang di gelapkan tersangka. Sementara 2 pelaku lain dalam jaringan sindikat tersebut saat ini masih diburu.
Ulah sindikat tersebut di kenali dan meresahkan masyarakat, terutama pada pemilik jasa rental mobil di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Kasus tersebut masih dalam pengembangan jajaran Polres Bantul. (Sudaryon
| Jumat, 01 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Mayat Tanpa Identitas Korban Pembunuhan
BANTUL -Teka-teki penemuan mayat tanpa identitas di Gempol Lor, Patarono, Banguntapan, Kabupaten Bantul, terungkap. Petugas Polsek Banguntapan mengetahui identitas korban bernama Mujiyono (21), warga Kradenan, Girirejo, Imogiri, Bantul.
Dari identitas korban, akhirnya petugas yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Sinungwati itu kemarin berhasil meringkus pelakunya yang belakangan diketahui bernama Parjito alias Peje, warga Semail, Bangunharjo, Sewon, Bantul, di kediamannya.
Informasi yang diperoleh petugas menyebutkan, malam sebelum kejadian, tetangga korban mengetahui bahwa Mujiyono pergi bersama tersangka mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun AB-3308-EG milik korban yang belakangan diketahui telah dirampas oleh tersangka.
Saat itu juga petugas mendatangi rumah tersangka. Ketika petugas datang, pelaku sedang memereteli sepeda motor milik korban yang dirampasnya. Mengetahui petugas mendatangi rumahnya, tersangka berusaha kabur.
Saat itu juga petugas langsung memberi tembakan peringatan, namun tersangka tidak menggubris dan tetap melarikan diri ke belakang rumah. Akhrinya petugas menembak kakinya hingga dia pun tersungkur.
Meski sudah tak berdaya, tersangka tetap berusaha melarikan diri. Melihat kenyataan tersebut, petugas langsung meringkus tersangka dan membawa ke Mapolsek Banguntapan untuk segera menjalani pemeriksaan. Di hadapan petugas, tersangka mengaku nekat membunuh korban karena ingin memiliki sepeda motor. (sgt-55n)
|
Minggu, 11 September 2011
POLSEK SEBAGAI MATA DAN TELINGA
POLSEK SEBAGAI “MATA DAN TELINGA”
KOMPOL SINUNGWATI,SH
Polri dalam rangka melaksanakan tugas pokok sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom serta pelayan masyarakat harus tanggap melihat perkembangan keresahan masyarakat. Sejalan dengan paradigma reformasi dan era demokrasi yang terjadi di Indonesia maka dalam melaksanakan tugas Polri dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dengan berpegang pada prinsip- prinsip HAM, bekerjasama dengan masyarakat, berperan sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, bukan mengambil peran sebagai penguasa. Reformasi menghendaki keterbukaan Polri serta kepekaan Polri terhadap aspirasi rakyat serta memperhatikan kepentingan, kebutuhan dan harapan warga .
Institusi Polri yang lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat adalah Polsek. Polsek adalah garda terdepan polri sebagai tempat masyarakat meminta bantuan, memberikan informasi, berkomunikasi dan menanyakan permasalahan kamtibmas. Polsek sebagai organisasi polri yang paling dekat dengan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai” mata dan telinga “ pimpinan dan organisasi Polri. Segala hal yang terjadi maupun diperkirakan akan terjadi di masyarakat diharapkan dapat termonitor oleh Polsek. Polsek dengan segala keterbatasannya diharapkan mampu untuk mendeteksi fenomena yang berkembang di masyarakt serta mengidentifikasi permasalahan yang muncul di tengah msyarakat, memberikan informasi berkaitan dengan situasi dan kondisi masyarakat di wilayah sehingga pimpinan dapat mengambil langkah antisipasi guna terwujudnya kamtibmas
Polsek adalah unsur pelaksana utama kewilayahan polres yang berada dibawah Kapolres yang bertugas menyelenggarakan tugas pokok polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum dalam pemberian perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta tugas-tugas polri lain dalam wilayah hukumnya sesuai ketentuan hukum dan peraturan/kebijakan yang berlaku dalam organisasi polri.
Saat ini dari fungsi bimmas memiliki strategi unggulan berupa program polmas dan dari fungsi intelijen dengan Polsek sebagai Basis Deteksi (PSBD). Program polmas idealnya dilaksanakan oleh semua fungsi kepolisian baik Sabhara, Reskrim, lalu lintas maupun Intelijen meskipun dalam pelaksanaanya masih banyak dilaksanakan oleh Babinkamtibmas dan petugas polmas. Program PSBD dalam pelaksanaanya juga dibebankan ke fungsi Intelijen .
Akan lebih efektif dan efisien bila dalam pelaksanaan di polsek diadakan kolaborasi antara program polmas dan PSBD. Kedua program tersebut sama sama mengedepankan preemtif dan preventif. Dalam pelaksaaan program polmas memiliki anggaran yang cukup untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan sedangkan program PSBD tidak ada anggaran khusus dalam rangka mendukung pelaksanaannya . Dalam hal ini Kapolsek selaku pimpinan dipolsek dapat melakukan terobosan kreatif (creative breakthrough) untuk melaksanakan program kegiatan di polsek dan lebih meningkatkan kinerja Polri.
Dalam pelaksanaan PSBD dibutuhkan dukungan seluruh personil polsek untuk menjaring informasi baik melalui IT maupun melalui jaringan . Program polmas mengharapkan kehadiran polri ditengan tengah masyarakat .Masyarakat menginginkan kehadiran polri tidak hanya saat bermasalah namun polri diharapkan dapat menjadi mitra dalam aktifitas di lingkungan masyarakat. Dengan intensitas kehadiran yang cukup maka secara signifikan dapat segera terlihat dan dirasakan secara nyata manfaatnya oleh masyarakat. Dengan demikian maka akan terbentuk jaringan informasi di masyarakat dan pada akhirnya laporan informasi dari anggota akan bertambah baik kwantitatif maupun kwalitasnya.
Faktor- faktor yang mempengaruhi keberhasilan program PSBD dan Polmas ada dua. Dari faktor eksternal masih rendahnya tingkat kepercayan dan kepedulian masyarakat akibat adanya oknum yang masih arogan dan tidak menjadi tauladan bagi masyarakat. Faktor internal masih belum terkafer rasio petugas dengan masyarakat yang harus dilayani. Prasarana dan sarana yang belum mencukupi seperti ruangan, computer dll, belum adanya dukungan anggaran pembentukan dan pembinaan jaringan di tingkat polsek , terbatasnya personil. Pimpinan di polsek belum sepenuhnya memahami arti pentingnya polsek sebagai basis deteksi dan pentingnya polmas sehingga peran strategis polsek kurang mendapat respon maupun teraplikasi dengan baik
Kolaborasi Strategi Polmas dan PSBD di tingkat Polsek
Penempatan anggota di seluruh wilayah pedukuhan merupakan pengembangan model implementasi polmas tingkat polsek. Polsek merupakan sasaran implementasi polmas yang diharapkan cukup efektif dan efisien. Polsek merupakan basis deteksi polri, Keberhasilan implementasi polmas di masing-masing polsek secara otomatis juga keberhasilan PSBD bila dibarengi dngan peningkatan laporan dan tata kelola administrasi intelijen yang memadai seperti adanya intel dasar yang akurat, kalender kamtibmas , laporan informasi dan informasi khusus.
Dalam rangka mencapai tujuan polmas maka diterapkan berbagai model Polmas dikewilayahan disesuaikan dengan karakteristik wilayah, masyarakat dan sasaran Polmas yang ditentukan oleh masing-masing pimpinan satuan kewilayahan yang berwenang. Dengan demikian masing-masing kewilayahan dapat membuat konsep berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi namun tujuan tercapai sesuai dengan kebijakan pimpinan yang telah digariskan.
Selama ini seorang Babinkamtibmas bertugas untuk memantau satu desa binaan .Mengingat wilayah kerja yang sangat luas dan jumlah penduduk sangat banyak dan hiterogen maka jumlah tersebut dirasa masih kurang efektif. Kehadiran Babinkamtibmas ditengah masyarakat masih dirasa kurang dapat memenuhi harapan masyarakat. Masyarakat sangat mengharapkan kehadiran polri ditengah tengah masyarakat secara fisik , dengan perilaku simpatik tidak arogan, sopan, supel dan mau menerima masukan dari masyarakat, mampu menjadi motivator agar masyarakat berperan aktif memberikan informasi dan menggiatkan poskamling dan patroli bersama.
Untuk memenuhi harapan masyarakat dan melaksanakan program polmas di tingkat polsek, maka anggota polsek yang mendapat penugasan dapat melaksanakan monitoring dan menjalin komunikasi. Untuk memperoleh hasil optimal maka penugasan personil dipedukuhan harus memperhatikan potensi, karekteristik, jumlah penduduk, dan kerawanan masing-masing pedukuhan. Pedukuhan yang memilki kerawanan kriminal ditugaskan anggota reskrim sesuai kring serse atau bintara pulbaket , pedukuhan rawan laka lantas ditempatkan anggota lantas, pedukuhan yang memiliki kelompok kesenian ditugaskan anggota yang memiliki kecintaan terhadap seni.
Kegiatan kunjungan atau sambang ke pedukuhan dapat dilakukan anggota pada saat anggota bertugas piket ataupun menurut situasi dan kondisi. Misalnya Anggota Patroli pada saat sedang melaksanakan piket dapat melaksanakan sambang dan memantau wilayah pedukuhan sekaligus melaksanakan tugas patroli baik bersama- sama ataupun tanpa Babinkamtibmas . Petugas diharapkan dapat berbaur dengan masyarakat dengan mengikuti pertemuan - pertemuan warga ataupun sesekali bergabung dalam kegiatan siskamling atau ronda dan bergabung dalam kegiatan olah raga maupun kelompok kesenian yang ada di masyarakat. Dalam setiap kegiatan anggota berkewajiban melaporkan kegiatan dan membuat laporan informasi. Informasi yang mempunyai implikasi luas akan segera di buatkan informasi khusus oleh unit intel untuk segera di kirim ke Polres sedangkan informasi yang perlu pendalaman akan ditindak lanjuti oleh unit intelijen.
Dalam kegiatan tersebut perlu adanya pengendalian dan pengawasan. Setiap satu kelurahan / Desa dapat ditempatkan seorang perwira pengendali agar program betul- betul dilaksanakan dan diadakan evaluasi secara berkala dan melaporkan setiap informasi dan kegiatan kepada Kapolsek.
Dengan hadirnya anggota polsek dipedukuhan dan bersama sama dalam kegiatan warga maka akan terjadi komunikasi yang lebih intensif, memberikan rasa aman, dinamika warga dapat termonitor, warga termotivasi untuk memberikan informasi karena telah mengenal dekat petugas. Tokoh masyarakat, Tokoh agama dan Ketua RT dapat diberdayakan untuk memberi motivasi warganya. Diharapkan adanya peran aktif warga masyarakat untuk mengawasi lingkungan dan melaporkan gejala- gejala mencurigakan di masyarakat
Dalam pelaksanaannya program kegiatan ini sangat dibutuhkan Peningkatan integritas (integrity improvement) dari personil polsek selaku pelaksana kegiatan. Personil yang bertugas harus diberikan motivasi dan teladan dari pimpinan karena adanya tambahan tanggung jawab yang harus di emban oleh anggota. Kapolsek diharapkan konsisten dalam menjalankan program kegiatan sehingga anggota dapat menjalankan tugas pokok fungsi dan perannya dengan baik serta memiliki loyalitas tinggi baik kepada pimpinan dan Organisai Polri.
Dengan kolaborasi program tersebut di atas diharapkan dapat memberikan pelayanan kepolisian lebih cepat dan lebih mudah karena masyarakat dapat memperoleh kesempatan komunikasi dengan anggota polri lebih dekat. Dengan adanya kedekatan dan saling mengenal akan lebih mudah komunikasi dan kemauan memberikan informasi karena masyarakat yakin kerahasiaan info yang diberikan akan terjamin. Setiap ada gejala mencurigakan di lingkungannya masyarakat tanggap dan bersama sama mengantisipas. Kapolsek sebagai kepala kesatuan wilayah kecamatan dapat mengetahui secara dini informasi maupun kondisi yang memerlukan kehadiran polri sehingga dapat segera memberikan respon dari informasi masyarakat dan pimpinan dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas kamtibmas .
Kolaborasi kegiatan PSBD dan Polmas di tingkat polsek dengan menugaskan anggota di setiap pedukuhan ini pernah dilaksanakan penulis di Polsek Banguntapan Polres Bantul pada tahun 2007 . Pelaksanaa kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan besar manfaatnya dan dapat menekan gangguan kamtibmas di masyarakat. Masyarakat terlatih menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi di lingkungannya. Masyarakat Banguntapan menjadi semakin proaktif memberikan informasi tentang situasi maupun kejadian di sekitar yang memerlukan kehadiran polri . Polsek dapat memperoleh informasi secara cepat tentang fenomena dan kejadian di wilayah sehingga permasalahan tidak berkembang luas dan dapat diatasi dengan cepat dan tepat.
Dengan niat baik dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara serta loyalitas yang tinggi terhadap organisasi Polri, maka dengan melaksanakan program yang ditetapkan pimpinan polri polri akan semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat.
Minggu, 03 Juli 2011
Opini
NII ADA DI SEKITAR KITA
SINUNGWATI,SH
Kejadian –kejadian yang menarik perhatian masyarakat datang silih berganti . Keterbukaan informasi dan kebebasan pers sangat besar pengaruhnya terhadap perhatian dan sikap masyarakat dalam menyikapi setiap permasalahan maupun kejadian baik Idiologi. Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Keamanan.. Masyarakat kota sampai pedesaan dapat mengakses berita dengan mudah dan cepat melalui media televise, media cetak maupun internet.
Akhir- akhir ini masyarakat merasa khawatir dan resah dengan berita tentang adanya perekrutan anggota Negara Islam Indonesia (NII) . Berita ini menjadi heboh dengan adanya berita “ cuci otak” bagi anggota baru sehingga setia dan tunduk pada perintah kelompok. Mayoritas anggota NII adalah kaum terpelajar dan masih muda baik pelajar maupun mahasiswa. Dengan fenomena ini masyarakat menuntut adanya tindakan nyata agar pemerintah bertindak cepat mengatasi permasalahan ini agar tidak bertambah banyak korban – korban .
Negara Islam Indonesia (NII) adalah sebuah gerakan sekelompok orang yang menginginkan Negara berlandaskan pada hukum Islam, menolak Pancasila dan NKRI. Gerakan NII merupakan gerakan bawah tanah yang selalu memanfaatkan situasi tidak aman dan mencari simpati dari masyarakat yang dalam keadaan frustasi. (Emma M arhumah, Kedaulatan Rakyat, 28 April 2011, halaman 1).
Dari berbagai kesaksian mantan anggota NII maupun mantan pejabat NII yang telah di wawancarai media diungkapakan bahwa NII memiliki struktur organisasi pemerintahan layaknya sebuah Negara. Sebagai pejabat tertinggi adalah Presiden dibantu 11 menteri, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah, RW sampai RT. Struktur NII terbagi menjadi dua yaitu struktur fungsional yang muncul ke permukaan dan struktur territorial yang bergerak secara tertutup. Gerakan NII beroperasi secara sel tertutup dan terputus hamper mirip dengan jaringan peredaran narkoba maupun MLM. Yang dikenal oleh anggota yang direkrut hanya perekrut dan guru pembimbingnya, Sesama anggota yang menjabat tidak saling kenal.
Mantan anggota Nii maupun anggota NII mendirikan lembaga bernama NII Crisis Center yang memberikan pelayanan pengaduan korban NII . Berdasarkan data dari NII Crisis Center korban hampir 80 % adalah mahasiswa. Dengan data tersebut kita perlu waspada jangan sampai generasi muda kita yang sedang menuntut ilmu dan menjadi harapan kita terjerat ajakan yang dapat menghancurkan masa depan. Dengan korban mayoritas mahasiswa menunjukan bahwa sasaran rekrutmen adalah kaum terpelelajar yang sedang mencari identitas dan idealism cukup tinggi ,kondisi perekonomian cukup mapan. Mereka yang memiliki pemahan agama dangkal dan mudah dipengaruhi menjadi sasaran empuk NII karena mereka diserang dengan idealism dan dalil- dalil secara psikologis.
.Modus yang digunakan untuk merekrut anggota baru NII adalah berkenalan dengan orang yang belum dikenal yang menjadi target maupun mendekati orang yang sudah dikenal yang dianggap dapat dijadikan target. Target di ajak bertemu dan makan oleh perekrut yang ditemani olah seorang anggota lain yang bertugas untuk meyakinkan target . Setelah target terpengaruh kemudian diajak ke Jakarta menggunakan kereta api atau bus umum. Setelah sampai di Jakarta mereka dijemput oleh anggota kelompok dan mata target ditutup sehingga tidak dapat mengenal jalur yang dilalui . Selama di Jakarta target melaksanakan ikrar atau biasa di sebut “ Baiat”dan diberi nama baru.
Sebenarnya permasalahan NII sudah cukup lama terjadi termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta . Dari Kepolisian telah memproses dengan menerapkan pasal penipuan.dengan korban dan pelaku sama – sama mahasiswa seperti yang terjadi tahun 2008 dan 2011. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kota pendidikan sehingga banyak mahasiswa dari luar propinsi maupun luar negeri tinggal dan menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan kondisi demikian maka perlu dilaksanakan antisipasi untuk mencegah agar tidak bertambah anggota baru yang direkrut oleh NII dan menindak pelaku- pelaku rekruitmen serta mengungkap jaringannya.
Tindakan yang dapat dilaksanakan untuk mengantisipasi adalah dengan melakukan berbagai upaya baik preemtif, preventif dan represif. Kegitan dapat dilakukan dengan kerjasama yang sinergis antara Kepolisian, Lembaga Pendidikan dan Masyarakat. Organisasi – organisasi kemahasiswaan seperti BEM, Senat, Menwa, KSR dan Kepramukan dapat diberdayakan untuk kegiatan preemtif dan pengawasan kedalam. Pihak perguruan tinggi dapat memberikan informasi kepada polri bila mendapati mahasiswanya terindikasi bertingkah laku tidak wajar ataupun melakukan kegiatan kegiatan mencurigakan.Pemberdayan Tomas, Toga dan RT khususnya warga di sekitar kampus maupun tempat kost mahasiswa agar ikut membimbing warga, mengawasi lingkungannya dan melaporkan setiap kejadian kepada polri . Petugas Polsek melaksanakan patrol sambaing dan mengadakan penyuluhan perlunya kerjasama dan menghimbau agar masyarakat secara keseluruhan ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan baik dari ancaman kriminalitas maupun ancaman perusakan moral dan pengaruh psikologis negative bagi warga lingkungannya,
Teror Bom Marak
TEror BOM
sinungwati,SH
Masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta menjadi resah dan merasa takut melihat barang atau benda yang tidak ada pemiliknya dan penerima paket pun juga resah dan takut menerima paket atau kiriman. Fenomena ini dapat dimaklumi karena memang sejak tanggal 15 Maret 2011 beredar terror bom . Masyarakat melihat tayangan hampir di semua stasiun televise menampilkan kasus peledakan Bom di Utan Kayu dan beberapa tempat yang diduga terdapat Bom.
Pertama kali diketahui adanya bom buku yang di tujukan kepada Ulil Absar Abdalla di Kantor KBR 68H Utan Kayu, pengurus Jaringan Islam Liberal (JIL) dan sekarang aktif di kepengurusan Partai Demokrat. Bom buku yang meledak di kantor berita Utan Kayu Jakarta Timur meskipun low expulsive menyebakan 7 korban jiwa termasuk Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur . Ternyata tidak hanya satu bom selain di utan kayu ternyata kiriman bom buku yang ditujukan kepada Mayjen Gores Mere Kepala BNN Gories Mere di kantor BNN, Ketua PP Japto Soerjosoemarno dan musikus Ahmad Dhani namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Teror Bom ternyata terus berlanjut pada hari Jumat, 18 Maret 2011 Berikut ini lokasi paket mencurigakan yang diduga bom di sekitar Jakarta
1. Jalan Kencana Permai VII,Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dua benda mencurigakan dilaporkan warga pondok Indah. Namun setelah diperiksa tim Gegana paket hanya berisi buku dan keping a nCD.
2. Jalan Condet Raya, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Paket mencurigakan berisi sepatu dan cokelat.
3. Komplek Perumahan Kota Wisata, Cibubur, Bogor tak jauh dari kediaman Presiden SBY. Paket diduga bom dibungkus kardus coklat berlapis plastik hitam.diletakan di dekat gardu listrik dan merupakan bom waktu dan meledak dilapangan dan tidak ada korban jiwa.
4. Jalan Mendawai I No. 39, Jakarta Selatan tak jauh dari Kejaksaan Agung. Paket mencurigakan dibawa Tim Gegana menuju Polres Jakarta Selatan.
5. Jalan Lontar No. 50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Seorang warga melaporkan ada sebuah benda mencurigakan.
6. Kantor Berita Radio 68H kembali menerima paket yang mencurigakan namun ternyata bukan bom.
7. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Paket kiriman mencurigakan diduga bom ditujukan kepada Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Politisi PAN namun bukan bom setelah diteliti dari team gegana.
8. Jalan Perkici Raya Nomor 24 Bintaro Jaya Sektor V, Tangerang Selatan, Banten. Sebuah paket mencurigakan ditemukan di rumah Hendrardi, aktivis HAM yang juga Direktur Setara Institut.
9. Di Tangerang ditemukan barang yang diduga Bom di Terminal D Bandara Sukarno Hatta dan di Gerbang Villa melati Serpong yang ternyata berisi filter mobil yang ditinggalkan pemiliknya.
Sebelum terror bom buku merebak di Jakarta Polres Sleman dan Kodim juga menerima terror bom melalui surat dan terakhir di kediaman Kapolda DIY juga menerima terror berupa ancaman Bom melalui surat yang dikirim melalui pos.
Dari rentetan kejadian terror bom itu muncul berbagai spekulasi bahwa kejadian tersebut adalah pengalihan isu,dari beberapa kasus yang saat ini terjadi,Teror bom merupakan ungkapan dari sekolompok orang yang ingin menunjukan bahwa mereka ada dan masih exis. Ada juga analisa bahwa mereka kekurangan dana dan kesulitan karena sumber dana mereka terpotong karena terungkap oleh Polri..
Terlepas dari beberapa dugaan dugaan oleh para pengamat maupun para ahli tertangkapnya pelaku terorisme di Indonesia baru baru ini menunjukan bahwa aktifitas terorisme yang hingga saat ini masih ada dan berlanjut. Peran serta secara aktif dari masyarakat luas perlu terus diemotivasi, Masyarakat luas diharapkan ikut berperan aktif memerangi terorisme dengan selalu memberikan informasi kepada Polri. Tanpa peran aktif masyarakat dalam memberikan dukungan baik informasi maupun dukungan moral dan support kepada penegak hukum niscaya permasalahan terorisme tidak akan berhasil. Terorisme yang berkembang saat ini merupakan system sel yang sangat kecil dan antara sel mereka belum tentu saling mengenal dan system putus seperti jaringan narkotika. Keberadaan mereka berbaur dengan masyarakat dan sangat rapi. Jaringan terorisme sekarang sudah dengan pola baru dan merekrut anak anak muda seperti yang ditangkap di Jawa Tengah. Mereka masih sangat muda ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah dan baru lulus tingkat menengah atas.
Korban jiwa akibat terror Bom belum ada namun masyarakat menjadi was-was dan resah. Dengan adanya keresahan masyarakat akibat terror bom yang makin meluas maka perlu sosialisasi agar masyarakat selalu waspada dan tidak perlu panik. Dihimbau agar segera melaporkan kepada polri apabila menemukan benda benda mencurigakan dengan cara memberikan beberapa alternative nomor telepon yang dapat dihubungi dengan segera serta tindakan yang harus dilakukan dengan melalui spanduk, selebaran, pamphlet, maupun pengumuman di tempat pelayanan umum dan tempat-tempat strategis.
Kegiatan patroli dialogis dan sambang perlu ditingkatkan sehingga dengan kehadiran polri ditengah masyarakat secara intensif akan memberikan rasa aman dan terlindungi bagi warga masyarakat. Apalagi ditambah dengan sapaan simpatik dari petugas pelaksana patroli. Kegiatan Babinkamtibmas dalam setiap kegiatan warga dapat juga menjadi tempat berdiskusi dan mengajak warga menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.
.
Senin, 04 April 2011
Teror BOM marak
TEror BOM
Masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta menjadi resah dan merasa takut melihat barang atau benda yang tidak ada pemiliknya dan penerima paket pun juga resah dan takut menerima paket atau kiriman. Fenomena ini dapat dimaklumi karena memang sejak tanggal 15 Maret 2011 beredar terror bom . Masyarakat melihat tayangan hampir di semua stasiun televise menampilkan kasus peledakan Bom di Utan Kayu dan beberapa tempat yang diduga terdapat Bom.
Pertama kali diketahui adanya bom buku yang di tujukan kepada Ulil Absar Abdalla di Kantor KBR 68H Utan Kayu, pengurus Jaringan Islam Liberal (JIL) dan sekarang aktif di kepengurusan Partai Demokrat. Bom buku yang meledak di kantor berita Utan Kayu Jakarta Timur meskipun low expulsive menyebakan 7 korban jiwa termasuk Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur . Ternyata tidak hanya satu bom selain di utan kayu ternyata kiriman bom buku yang ditujukan kepada Mayjen Gores Mere Kepala BNN Gories Mere di kantor BNN, Ketua PP Japto Soerjosoemarno dan musikus Ahmad Dhani namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Teror Bom ternyata terus berlanjut pada hari Jumat, 18 Maret 2011 Berikut ini lokasi paket mencurigakan yang diduga bom di sekitar Jakarta
1. Jalan Kencana Permai VII,Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dua benda mencurigakan dilaporkan warga pondok Indah. Namun setelah diperiksa tim Gegana paket hanya berisi buku dan keping a nCD.
2. Jalan Condet Raya, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Paket mencurigakan berisi sepatu dan cokelat.
3. Komplek Perumahan Kota Wisata, Cibubur, Bogor tak jauh dari kediaman Presiden SBY. Paket diduga bom dibungkus kardus coklat berlapis plastik hitam.diletakan di dekat gardu listrik dan merupakan bom waktu dan meledak dilapangan dan tidak ada korban jiwa.
4. Jalan Mendawai I No. 39, Jakarta Selatan tak jauh dari Kejaksaan Agung. Paket mencurigakan dibawa Tim Gegana menuju Polres Jakarta Selatan.
5. Jalan Lontar No. 50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Seorang warga melaporkan ada sebuah benda mencurigakan.
6. Kantor Berita Radio 68H kembali menerima paket yang mencurigakan namun ternyata bukan bom.
7. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Paket kiriman mencurigakan diduga bom ditujukan kepada Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Politisi PAN namun bukan bom setelah diteliti dari team gegana.
8. Jalan Perkici Raya Nomor 24 Bintaro Jaya Sektor V, Tangerang Selatan, Banten. Sebuah paket mencurigakan ditemukan di rumah Hendrardi, aktivis HAM yang juga Direktur Setara Institut.
9. Di Tangerang ditemukan barang yang diduga Bom di Terminal D Bandara Sukarno Hatta dan di Gerbang Villa melati Serpong yang ternyata berisi filter mobil yang ditinggalkan pemiliknya.
Sebelum terror bom buku merebak di Jakarta Polres Sleman dan Kodim juga menerima terror bom melalui surat dan terakhir di kediaman Kapolda DIY juga menerima terror berupa ancaman Bom melalui surat yang dikirim melalui pos.
Dari rentetan kejadian terror bom itu muncul berbagai spekulasi bahwa kejadian tersebut adalah pengalihan isu,dari beberapa kasus yang saat ini terjadi,Teror bom merupakan ungkapan dari sekolompok orang yang ingin menunjukan bahwa mereka ada dan masih exis. Ada juga analisa bahwa mereka kekurangan dana dan kesulitan karena sumber dana mereka terpotong karena terungkap oleh Polri..
Terlepas dari beberapa dugaan dugaan oleh para pengamat maupun para ahli tertangkapnya pelaku terorisme di Indonesia baru baru ini menunjukan bahwa aktifitas terorisme yang hingga saat ini masih ada dan berlanjut. Peran serta secara aktif dari masyarakat luas perlu terus diemotivasi, Masyarakat luas diharapkan ikut berperan aktif memerangi terorisme dengan selalu memberikan informasi kepada Polri. Tanpa peran aktif masyarakat dalam memberikan dukungan baik informasi maupun dukungan moral dan support kepada penegak hukum niscaya permasalahan terorisme tidak akan berhasil. Terorisme yang berkembang saat ini merupakan system sel yang sangat kecil dan antara sel mereka belum tentu saling mengenal dan system putus seperti jaringan narkotika. Keberadaan mereka berbaur dengan masyarakat dan sangat rapi. Jaringan terorisme sekarang sudah dengan pola baru dan merekrut anak anak muda seperti yang ditangkap di Jawa Tengah. Mereka masih sangat muda ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah dan baru lulus tingkat menengah atas.
Korban jiwa akibat terror Bom belum ada namun masyarakat menjadi was-was dan resah. Dengan adanya keresahan masyarakat akibat terror bom yang makin meluas maka perlu sosialisasi agar masyarakat selalu waspada dan tidak perlu panik. Dihimbau agar segera melaporkan kepada polri apabila menemukan benda benda mencurigakan dengan cara memberikan beberapa alternative nomor telepon yang dapat dihubungi dengan segera serta tindakan yang harus dilakukan dengan melalui spanduk, selebaran, pamphlet, maupun pengumuman di tempat pelayanan umum dan tempat-tempat strategis.
Kegiatan patroli dialogis dan sambang perlu ditingkatkan sehingga dengan kehadiran polri ditengah masyarakat secara intensif akan memberikan rasa aman dan terlindungi bagi warga masyarakat. Apalagi ditambah dengan sapaan simpatik dari petugas pelaksana patroli. Kegiatan Babinkamtibmas dalam setiap kegiatan warga dapat juga menjadi tempat berdiskusi dan mengajak warga menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






