Minggu, 03 Juli 2011

Teror Bom Marak

TEror BOM
                                                                    sinungwati,SH 
                Masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta menjadi resah dan merasa takut melihat barang atau benda yang tidak ada pemiliknya dan penerima paket pun juga resah dan takut menerima paket atau kiriman. Fenomena ini dapat dimaklumi karena memang sejak tanggal 15 Maret 2011 beredar terror bom . Masyarakat melihat tayangan hampir di semua stasiun televise menampilkan kasus peledakan Bom di Utan Kayu dan beberapa tempat yang diduga terdapat Bom.
            Pertama kali diketahui adanya bom buku yang di tujukan kepada Ulil Absar Abdalla di Kantor KBR 68H Utan Kayu,  pengurus Jaringan Islam Liberal (JIL) dan sekarang aktif di kepengurusan Partai Demokrat. Bom buku yang meledak  di kantor berita Utan Kayu Jakarta Timur meskipun low expulsive menyebakan 7 korban jiwa termasuk Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur . Ternyata tidak hanya satu bom selain di utan kayu ternyata kiriman bom buku yang ditujukan kepada Mayjen Gores Mere Kepala BNN Gories Mere di kantor BNN, Ketua PP Japto Soerjosoemarno dan musikus Ahmad Dhani namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Teror Bom ternyata terus berlanjut  pada hari Jumat,   18 Maret 2011   Berikut ini lokasi paket mencurigakan yang diduga bom di sekitar Jakarta
1.    Jalan Kencana Permai VII,Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dua benda mencurigakan dilaporkan warga pondok Indah. Namun setelah diperiksa tim Gegana paket hanya berisi buku dan keping a nCD.
2.     Jalan Condet Raya, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Paket mencurigakan berisi sepatu dan cokelat.
3.    Komplek Perumahan Kota Wisata, Cibubur, Bogor tak jauh dari kediaman Presiden SBY. Paket diduga bom dibungkus kardus coklat berlapis plastik hitam.diletakan di dekat gardu listrik dan merupakan bom waktu dan meledak dilapangan dan tidak ada korban jiwa.
4.    Jalan Mendawai I No. 39, Jakarta Selatan tak jauh dari Kejaksaan Agung. Paket mencurigakan dibawa Tim Gegana menuju Polres Jakarta Selatan.
5.    Jalan Lontar No. 50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Seorang warga melaporkan ada sebuah benda mencurigakan.
6.    Kantor Berita Radio 68H kembali menerima paket yang mencurigakan namun ternyata bukan bom.
7.    Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Paket kiriman mencurigakan diduga bom ditujukan kepada Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Politisi PAN namun bukan  bom setelah diteliti dari team gegana.
8.    Jalan Perkici Raya Nomor 24 Bintaro Jaya Sektor V, Tangerang Selatan, Banten. Sebuah paket mencurigakan ditemukan di rumah Hendrardi, aktivis HAM yang juga Direktur Setara Institut.
9.    Di Tangerang ditemukan barang yang diduga Bom di Terminal D Bandara Sukarno Hatta dan di Gerbang Villa melati Serpong yang ternyata berisi filter mobil yang ditinggalkan pemiliknya.
Sebelum terror bom buku merebak di Jakarta Polres Sleman dan Kodim juga menerima terror bom melalui surat dan terakhir di kediaman Kapolda DIY juga menerima terror berupa ancaman Bom melalui surat yang dikirim melalui pos.  
Dari rentetan kejadian terror bom itu muncul berbagai spekulasi bahwa kejadian tersebut adalah pengalihan isu,dari beberapa kasus yang saat ini terjadi,Teror bom merupakan ungkapan dari sekolompok orang yang ingin menunjukan bahwa mereka ada dan masih exis. Ada juga analisa bahwa mereka kekurangan dana dan kesulitan karena sumber dana mereka terpotong karena terungkap oleh Polri..
            Terlepas dari beberapa dugaan dugaan oleh para pengamat maupun para ahli tertangkapnya pelaku terorisme di Indonesia baru baru ini menunjukan bahwa aktifitas terorisme yang hingga saat ini masih ada dan berlanjut. Peran serta secara aktif dari masyarakat luas perlu terus diemotivasi, Masyarakat luas diharapkan  ikut berperan aktif memerangi terorisme dengan selalu memberikan informasi kepada Polri. Tanpa peran aktif  masyarakat dalam memberikan dukungan baik informasi maupun dukungan moral dan support kepada penegak hukum niscaya permasalahan terorisme tidak akan berhasil. Terorisme yang berkembang saat ini merupakan system sel yang sangat kecil dan antara sel mereka belum tentu saling mengenal dan system putus seperti jaringan narkotika. Keberadaan mereka berbaur dengan masyarakat dan sangat rapi. Jaringan terorisme sekarang sudah dengan pola baru dan  merekrut anak anak muda seperti yang ditangkap di Jawa Tengah. Mereka masih sangat muda  ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah  dan baru lulus tingkat menengah atas.
            Korban jiwa akibat terror Bom belum ada namun masyarakat menjadi was-was dan resah. Dengan adanya keresahan masyarakat akibat terror bom yang makin meluas maka perlu sosialisasi agar masyarakat selalu waspada dan tidak perlu panik. Dihimbau agar  segera melaporkan kepada polri apabila menemukan benda benda mencurigakan dengan cara memberikan beberapa alternative nomor telepon yang dapat dihubungi  dengan segera serta tindakan yang harus dilakukan  dengan melalui spanduk, selebaran, pamphlet, maupun pengumuman di tempat pelayanan umum dan tempat-tempat strategis.  
            Kegiatan patroli dialogis dan sambang perlu ditingkatkan sehingga dengan kehadiran polri ditengah masyarakat secara intensif akan memberikan rasa aman dan terlindungi bagi warga masyarakat.  Apalagi ditambah dengan sapaan simpatik dari petugas pelaksana patroli. Kegiatan Babinkamtibmas dalam setiap kegiatan warga dapat juga menjadi tempat berdiskusi dan mengajak warga menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.


.

Senin, 04 April 2011

Teror BOM marak

TEror BOM
                Masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta menjadi resah dan merasa takut melihat barang atau benda yang tidak ada pemiliknya dan penerima paket pun juga resah dan takut menerima paket atau kiriman. Fenomena ini dapat dimaklumi karena memang sejak tanggal 15 Maret 2011 beredar terror bom . Masyarakat melihat tayangan hampir di semua stasiun televise menampilkan kasus peledakan Bom di Utan Kayu dan beberapa tempat yang diduga terdapat Bom.
            Pertama kali diketahui adanya bom buku yang di tujukan kepada Ulil Absar Abdalla di Kantor KBR 68H Utan Kayu,  pengurus Jaringan Islam Liberal (JIL) dan sekarang aktif di kepengurusan Partai Demokrat. Bom buku yang meledak  di kantor berita Utan Kayu Jakarta Timur meskipun low expulsive menyebakan 7 korban jiwa termasuk Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur . Ternyata tidak hanya satu bom selain di utan kayu ternyata kiriman bom buku yang ditujukan kepada Mayjen Gores Mere Kepala BNN Gories Mere di kantor BNN, Ketua PP Japto Soerjosoemarno dan musikus Ahmad Dhani namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Teror Bom ternyata terus berlanjut  pada hari Jumat,   18 Maret 2011   Berikut ini lokasi paket mencurigakan yang diduga bom di sekitar Jakarta
1.    Jalan Kencana Permai VII,Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dua benda mencurigakan dilaporkan warga pondok Indah. Namun setelah diperiksa tim Gegana paket hanya berisi buku dan keping a nCD.
2.     Jalan Condet Raya, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Paket mencurigakan berisi sepatu dan cokelat.
3.    Komplek Perumahan Kota Wisata, Cibubur, Bogor tak jauh dari kediaman Presiden SBY. Paket diduga bom dibungkus kardus coklat berlapis plastik hitam.diletakan di dekat gardu listrik dan merupakan bom waktu dan meledak dilapangan dan tidak ada korban jiwa.
4.    Jalan Mendawai I No. 39, Jakarta Selatan tak jauh dari Kejaksaan Agung. Paket mencurigakan dibawa Tim Gegana menuju Polres Jakarta Selatan.
5.    Jalan Lontar No. 50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Seorang warga melaporkan ada sebuah benda mencurigakan.
6.    Kantor Berita Radio 68H kembali menerima paket yang mencurigakan namun ternyata bukan bom.
7.    Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Paket kiriman mencurigakan diduga bom ditujukan kepada Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Politisi PAN namun bukan  bom setelah diteliti dari team gegana.
8.    Jalan Perkici Raya Nomor 24 Bintaro Jaya Sektor V, Tangerang Selatan, Banten. Sebuah paket mencurigakan ditemukan di rumah Hendrardi, aktivis HAM yang juga Direktur Setara Institut.
9.    Di Tangerang ditemukan barang yang diduga Bom di Terminal D Bandara Sukarno Hatta dan di Gerbang Villa melati Serpong yang ternyata berisi filter mobil yang ditinggalkan pemiliknya.
Sebelum terror bom buku merebak di Jakarta Polres Sleman dan Kodim juga menerima terror bom melalui surat dan terakhir di kediaman Kapolda DIY juga menerima terror berupa ancaman Bom melalui surat yang dikirim melalui pos.  
Dari rentetan kejadian terror bom itu muncul berbagai spekulasi bahwa kejadian tersebut adalah pengalihan isu,dari beberapa kasus yang saat ini terjadi,Teror bom merupakan ungkapan dari sekolompok orang yang ingin menunjukan bahwa mereka ada dan masih exis. Ada juga analisa bahwa mereka kekurangan dana dan kesulitan karena sumber dana mereka terpotong karena terungkap oleh Polri..
            Terlepas dari beberapa dugaan dugaan oleh para pengamat maupun para ahli tertangkapnya pelaku terorisme di Indonesia baru baru ini menunjukan bahwa aktifitas terorisme yang hingga saat ini masih ada dan berlanjut. Peran serta secara aktif dari masyarakat luas perlu terus diemotivasi, Masyarakat luas diharapkan  ikut berperan aktif memerangi terorisme dengan selalu memberikan informasi kepada Polri. Tanpa peran aktif  masyarakat dalam memberikan dukungan baik informasi maupun dukungan moral dan support kepada penegak hukum niscaya permasalahan terorisme tidak akan berhasil. Terorisme yang berkembang saat ini merupakan system sel yang sangat kecil dan antara sel mereka belum tentu saling mengenal dan system putus seperti jaringan narkotika. Keberadaan mereka berbaur dengan masyarakat dan sangat rapi. Jaringan terorisme sekarang sudah dengan pola baru dan  merekrut anak anak muda seperti yang ditangkap di Jawa Tengah. Mereka masih sangat muda  ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah  dan baru lulus tingkat menengah atas.
            Korban jiwa akibat terror Bom belum ada namun masyarakat menjadi was-was dan resah. Dengan adanya keresahan masyarakat akibat terror bom yang makin meluas maka perlu sosialisasi agar masyarakat selalu waspada dan tidak perlu panik. Dihimbau agar  segera melaporkan kepada polri apabila menemukan benda benda mencurigakan dengan cara memberikan beberapa alternative nomor telepon yang dapat dihubungi  dengan segera serta tindakan yang harus dilakukan  dengan melalui spanduk, selebaran, pamphlet, maupun pengumuman di tempat pelayanan umum dan tempat-tempat strategis.  
            Kegiatan patroli dialogis dan sambang perlu ditingkatkan sehingga dengan kehadiran polri ditengah masyarakat secara intensif akan memberikan rasa aman dan terlindungi bagi warga masyarakat.  Apalagi ditambah dengan sapaan simpatik dari petugas pelaksana patroli. Kegiatan Babinkamtibmas dalam setiap kegiatan warga dapat juga menjadi tempat berdiskusi dan mengajak warga menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Kamis, 06 Januari 2011

pputriku UMA PUTRIANA ALMIRA

CARA BIJAK MENGELOLA SAMPAH

CARA BIJAK MENGHADAPI SAMPAH
Sinungwati,SH
          Bagi sebagian besar orang, sampah adalah masalah yang tidak menarik untuk dibicarakan, karena ada banyak hal lain yang lebih menarik untuk dibahas dan dianggap lebih penting. Sudah bertahun-tahun lamanya sampah dianggap bukanlah sebagai masalah. Banyak warga masyarakat beranggapan jika sampah sudah dibuang, maka masalah sudah selesai.
     
           Benarkah jika sampah sudah dibuang maka masalah selesai ? Mereka lupa bahwa tempat dimana sampah dibuang itu sangat penting, karena sebenarnya sampah yang tidak dibuang pada tempatnya akan menimbulkan banyak masalah. Sampah yang dibuang secara sembarangan akan mengurangi keindahan dan menimbulkan penyakit. Sampah yang di buang sembarangan di jalan, akan membuat kota menjadi kotor. Sampah yang dibuang di sungai akan mencemari air sungai dan menimbulkan banjir. Bahkan sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itupun bisa menjadi masalah.
  
             Keberadaan sampah hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan merugikan. Sampah hingga saat ini menjadi permasalahan dunia. Keberadaan sampah mengganggu ruang gerak manusia padahal manusia juga yang memproduksinya. Sebagus dan semegah apapun tempat tinggal kita maupun kantor kita maka akan tampak kumuh dan tidak sehat apabila sampah berserakan dan aroma bau busuk maupun bau sampah ada disekitar kita.
              Menurut para ahli definisi sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian barang rusak atau cacat selama manufactur atau materi berkelebihan atau buangan.(Kamus Lingkungan,1994).Menurut Prof. Ir Radyastuti .W 1996 sampah adalah smber daya yang tidak siap pakai. Dr. Tandjung, M.Sc. , mendefinisikan sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula.
Ada 2 macam sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah Organik adalah sampah yang dihasilkan dari baha-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah organik dapat diuraikan melalui proses alami. Yang termasuk sampah organik antara lain sampah dapur, sisa makanan, sayuran , tepung , kulit buah, daun- daun dan ranting-ranting pohon. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan- bahan non hayati berupa produk sintetik maupun hasil proses tehnologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi sampah logam dan produk produk olahannya, sampah plastik, kertas kaca, keramik ,deterjen .Sebagian besar sampah anorganik tidak dapat diurai oleh alam atau mikroorganisme( unbiodegradable). Sebagian kecil dapat diuraikan namun membutuhkan waktu cukup lama.
             Keberadan sampah dapat mengganggu kesehatan manusia. Sampah sangat disukai oleh kuman dan virus untuk berkembang biak. Keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyenyebabkan berbgai macam penyakit seperti diare, tifus, muntaber, demam berdarah dan lain lain. Pembuangan sampah ke aliran sungai dapat menyebakan aliran terhambat sehingga timbul banjir apalagi dimusim penghujan. Cairan sampah yang merembes kedalam air tanah dan sungai dapat menyebabkan pencemaran. Sampah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik seperti metana dan menyebabkan bau tidak sedap.
          Sampah memang mempunyai nilai negatif namun apabila dikelola dengan baik ternyata dapat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Sampah Organik dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak, menghasilkan kompos, biogas, briket bio energy. Sampah anorganik dapat dimanfaatkan ulang maupun di daur ulang. Dipakai ulang (Reuse) dipilah kemudian dipilih yang dapat dimanfaatkan kembali. Setelah dipilih dapat dijual misalnya kertas , koran, majalah, botol, ban , sepatu dll. Jenis sampah yang dapat di daur ulang (Recycle) antara lain sampah plastik, sampah logam, sampah kaca dan sampah kertas.Daur ulang sampah plastic dapat dibuat barang-barang kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi seperti tas, bunga, hiasan dinding, mebeler dan lain lain.
         Singapura sudah mulai menetapkan hari-hari tertentu sebagai “Bring Your Own Bag Day “ pelanggan diharuskan membawa kantong mereka sendiri dan yang tidak membawa diharuskan membayar 30 cents. Uang tersebut digunakan untuk kegiatan kepedulian terhadap lingkungan. Kantong belanja yang dapat digunakan kembali sekarang menjadi laku keras di Singapura. Dengan kepedulian warganya yang sangat baik dari semua warga dan pemerintah Singapura maka dapat kita lihat hasilnya dengan lingkungan yang bersih dan indah. 
           Bagaimana dengan kita di Indonesia? Apakah kita harus merasa malu untuk menenteng kantong belanja sendiri? Takut dilihat dan ditertawakan orang? Malah kita harus menertawakan mereka yang tidak mengerti akan pentingnya lingkungan dan kurangnya kesadaran untuk mengurangi sampah. Sekarang juga sudah banyak tas belanja dengan desain yang unik dan funky . Dengan desain menarik anak-anak muda menjadi tidak merasa minder. Botol minum juga sudah semakin keren jadi tidak merasa seperti anak TK yang membawa botol minum.
         Untuk memperoleh lingkungan yang bersih , hijau , asri dan sehat kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau dinas kebersihan saja. Seluruh warga masyarakat harus ikut berperan serta. Pemerintah menyediakan tempat sampah sesuai golongannya di tempat fasilitas umum dan jalan- jalan, menyelenggarakan pengangkuan ke TPS sampai dengan TPA. Setiap warga dapat berperan dengan pengelolaan sampah mandiri baik secara individu maupun kelompok RT/RW maupun Desa. Dilingkungan rumah kita biasakan dengan memilah sampah dan memasukan sampah sesuai golongannnya yaitu sampah basah, sampah plasti, sampah, kertas dan sampah logam. Dilingkungan sekolah maupun perkantor an disediakan tempat sampah sesuai golongan.dan secara rutin diangkut ke tempat pembungan sampah sementara dan TPA.

         Untuk mengurangi sampah dapat kita mulai dengan mengurangi sampah plastik kita dengan bukan tidak memakainya tetapi menggantikannya.dengan cara sebagai berikut :
1.Menentukan prioritas sebelum membeli barang.
2.Menghindari membeli barang konsumsi/membeli barang barang yang tidak bisa di daur ulang.
3.Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjaan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
4.Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi.
5.Di negara barat banyak cafe seperti Starbucks sudah mulai membolehkan customer membawa sendiri cangkir atau lebih baik thermos untuk diisi kopi. Kantong plastik masih bisa digunakan lagi. Tapi kalau gelas plastik hanya bisa sekali saja.
6.Mengusahakan perbaikan barang yang rusak sebelum membuangnya tanpa pertimbangan.
7.Memberikan barang - barang yang sudah tidak dibutuhkan kepada orang yang masih membutuhkan.
8.Memilah sampah dan menempatkan sampah sesuai golongannya.
. Salah satu cara praktis mengelola sampah organik yang sangat mudah dan dapat dilaksanakan di rumah kita adalah model yang telah dilaksanakan di Sukunan , Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Tidak perlu mengeluarkan biaya besar dan tidak perlu keahlian khusus. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan modal kepedulian dan kemauan menjaga lingkungan. Selain lingkungan menjadi bersih, tanaman menjadi subur tanpa harus mengeluarkan dana untuk membeli pupuk karena dari hasil pengolahan sampah organic ini dapat mencukupi kebutuhan pupuk tanaman keluarga.Untuk sampah organik diolah secara alami menjadi kompos dengan cara sebagai berikut:
1. Setiap keluarga menyediakan 2 buah gentong yang dilubangi bagian bawahnya atau menggunakan 2 bis beton dan ditutup bagian atasnya. Kedua gentong atau bis beton dipergunakan secara bergantian.
2. Pisahkan sampah dari bahan anorganik kemudian masukan ke dalam gentong/bis beton no.1 sampai penuh setelah penuh pindah ke gentong/bis beton no.2.( masing masing gentong lk 3 bulan ).
3. Setelah gentong 2 penuh maka gentong no. 1 siap di panen.Pisahkan kompos yang sudah jadi dan yang belum kemudian di ayak.
4. Sisa ayakan kasar dan sampah yang belum menjadi kompos dimasukan ke gentong/bis beton no 2.
5. Kompos halus hasil ayakan siap digunakan sendiri maupun dikemas dalam plastik untuk di jual.

Berikan anak cucu kita lingkungan yang bersih, sehat dan asri dengan cara membiasakan mengelola sampah secara bijak dimulai dari diri kita sendiri.

Daftar Pustaka : Basriyanto 2007 : Memanen Sampah : Kanisius 2007.

Minggu, 14 November 2010

DILEMA SAMPAH


CARA BIJAK  MENGHADAPI  SAMPAH
                                                                                               Sinungwati,SH
Bagi sebagian besar orang, sampah adalah masalah yang tidak menarik untuk dibicarakan, karena ada banyak hal lain yang lebih menarik untuk dibahas dan dianggap  lebih penting. Sudah bertahun-tahun lamanya sampah dianggap bukanlah sebagai masalah. Banyak warga masyarakat beranggapan jika sampah sudah dibuang, maka masalah sudah selesai.
Benarkah jika sampah sudah dibuang maka masalah selesai ? Mereka lupa bahwa tempat dimana sampah dibuang itu sangat penting, karena sebenarnya sampah yang tidak dibuang pada tempatnya akan menimbulkan banyak masalah. Sampah yang dibuang secara sembarangan akan mengurangi keindahan dan menimbulkan penyakit. Sampah yang di buang sembarangan di jalan, akan membuat kota menjadi kotor. Sampah yang dibuang di sungai akan mencemari air sungai dan menimbulkan banjir. Bahkan sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  itupun bisa menjadi masalah.
Keberadaan sampah hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan merugikan. Sampah hingga saat ini menjadi permasalahan dunia. Keberadaan sampah mengganggu ruang gerak manusia padahal manusia juga yang memproduksinya. Sebagus dan semegah apapun tempat tinggal kita maupun kantor kita maka akan tampak kumuh dan tidak sehat apabila sampah berserakan dan aroma bau busuk maupun bau sampah ada disekitar kita.
Menurut para ahli definisi sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian barang rusak atau cacat selama manufactur atau materi berkelebihan atau buangan.(Kamus Lingkungan,1994).Menurut Prof. Ir Radyastuti .W 1996 sampah adalah smber daya yang tidak siap pakai. Dr. Tandjung, M.Sc. , mendefinisikan sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula.
Ada 2  macam sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah Organik adalah sampah yang dihasilkan dari baha-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah organik dapat diuraikan melalui proses alami. Yang termasuk sampah organik antara lain sampah dapur, sisa makanan, sayuran , tepung , kulit buah, daun- daun dan ranting-ranting pohon. Sedangkan  sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan- bahan non hayati berupa produk sintetik maupun hasil proses tehnologi pengolahan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan menjadi sampah logam dan produk produk olahannya, sampah plastik, kertas kaca, keramik ,deterjen .Sebagian besar sampah anorganik tidak dapat diurai oleh alam atau mikroorganisme( unbiodegradable). Sebagian kecil dapat diuraikan namun membutuhkan waktu cukup lama.
Keberadan sampah dapat mengganggu kesehatan manusia. Sampah sangat disukai oleh kuman dan virus untuk berkembang biak. Keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyenyebabkan berbgai macam penyakit seperti diare, tifus, muntaber, demam berdarah dan lain lain. Pembuangan sampah ke aliran sungai dapat menyebakan aliran terhambat sehingga timbul banjir apalagi dimusim penghujan. Cairan sampah yang merembes kedalam air tanah dan sungai dapat menyebabkan pencemaran. Sampah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik seperti metana dan menyebabkan bau tidak sedap.
Sampah memang mempunyai nilai negatif namun  apabila dikelola dengan baik ternyata dapat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Sampah Organik dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak, menghasilkan kompos, biogas, briket bio energy. Sampah anorganik dapat dimanfaatkan ulang maupun di daur ulang. Dipakai ulang (Reuse) dipilah kemudian dipilih yang dapat dimanfaatkan kembali. Setelah dipilih dapat dijual misalnya kertas , koran, majalah, botol, ban , sepatu dll. Jenis sampah yang dapat di daur ulang (Recycle) antara lain sampah plastik, sampah logam, sampah kaca dan sampah kertas.Daur ulang sampah plastic dapat dibuat barang-barang kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi seperti tas, bunga, hiasan dinding, mebeler dan lain lain.
Singapura sudah mulai menetapkan hari-hari tertentu sebagai “Bring Your Own Bag Day “  pelanggan diharuskan membawa kantong mereka sendiri dan yang tidak membawa diharuskan membayar 30 cents. Uang tersebut digunakan untuk kegiatan kepedulian terhadap lingkungan. Kantong belanja yang dapat digunakan kembali sekarang menjadi laku keras di Singapura. Dengan kepedulian warganya yang sangat baik dari semua warga dan pemerintah Singapura maka dapat kita lihat hasilnya dengan lingkungan yang bersih dan indah.
Bagaimana dengan kita di Indonesia? Apakah kita harus merasa malu untuk menenteng kantong belanja sendiri? Takut dilihat dan ditertawakan orang? Malah kita harus menertawakan mereka yang tidak mengerti akan pentingnya lingkungan dan kurangnya kesadaran untuk mengurangi sampah. Sekarang juga sudah banyak tas belanja dengan desain yang unik dan funky . Dengan desain menarik anak-anak muda menjadi tidak merasa minder. Botol minum juga sudah semakin keren jadi tidak merasa seperti anak TK yang membawa botol minum.
                Untuk memperoleh lingkungan yang bersih , hijau , asri dan sehat   kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau dinas kebersihan saja. Seluruh warga masyarakat harus ikut berperan serta. Pemerintah menyediakan tempat sampah sesuai golongannya di tempat fasilitas umum dan jalan- jalan, menyelenggarakan pengangkuan ke TPS sampai dengan TPA. Setiap warga dapat berperan dengan pengelolaan sampah mandiri baik secara individu maupun kelompok RT/RW maupun Desa. Dilingkungan rumah kita biasakan dengan memilah sampah dan memasukan sampah sesuai golongannnya yaitu sampah basah, sampah plasti, sampah, kertas dan sampah logam. Dilingkungan sekolah maupun perkantor an disediakan tempat sampah sesuai golongan.dan secara rutin diangkut ke tempat pembungan sampah sementara dan TPA.
Untuk mengurangi sampah dapat kita mulai dengan mengurangi sampah plastik kita dengan bukan tidak memakainya tetapi menggantikannya.dengan cara sebagai berikut :
1.Menentukan prioritas sebelum membeli barang.
2.Menghindari membeli barang konsumsi/membeli barang barang yang tidak bisa di daur ulang.
3.Jangan pakai kantong plastik untuk belanja. Bawa sendiri tas belanjaan yang dapat selalu dipergunakan lagi.
4.Lebih baik lagi beli botol minum jadi bisa selalu diisi ulang dan tidak usah beli botol air mineral lagi.
5.Di negara barat banyak cafe seperti Starbucks sudah mulai membolehkan customer membawa sendiri cangkir atau lebih baik thermos untuk diisi kopi. Kantong plastik masih bisa digunakan lagi. Tapi kalau gelas plastik hanya bisa sekali saja.
6.Mengusahakan perbaikan barang yang rusak sebelum membuangnya tanpa pertimbangan.
7.Memberikan barang - barang yang sudah tidak dibutuhkan kepada orang yang masih membutuhkan.
8.Memilah sampah dan menempatkan sampah sesuai golongannya.
.           Salah satu cara praktis mengelola sampah organik yang sangat mudah dan dapat dilaksanakan di rumah kita adalah model yang telah dilaksanakan di Sukunan , Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Tidak perlu mengeluarkan biaya besar dan tidak perlu keahlian khusus. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan modal kepedulian dan kemauan menjaga lingkungan. Selain lingkungan menjadi bersih, tanaman menjadi subur tanpa harus mengeluarkan dana untuk membeli pupuk karena dari hasil pengolahan sampah organic ini dapat mencukupi kebutuhan pupuk tanaman keluarga.Untuk sampah organik diolah secara alami menjadi kompos dengan cara sebagai berikut:
1.    Setiap keluarga menyediakan 2 buah gentong yang dilubangi bagian bawahnya atau menggunakan 2 bis beton dan ditutup bagian atasnya. Kedua gentong atau bis beton dipergunakan secara bergantian.
2.    Pisahkan sampah dari bahan anorganik kemudian masukan ke dalam gentong/bis beton no.1 sampai penuh setelah penuh pindah ke gentong/bis beton no.2.( masing masing gentong lk 3 bulan ).
3.    Setelah gentong 2 penuh maka gentong no. 1 siap di panen.Pisahkan kompos yang sudah jadi dan yang belum kemudian di ayak.
4.    Sisa ayakan kasar dan sampah yang belum menjadi kompos dimasukan ke gentong/bis beton no 2.
5.    Kompos halus hasil ayakan siap digunakan sendiri maupun dikemas dalam plastik untuk di jual.

Berikan anak cucu kita lingkungan yang bersih, sehat dan asri dengan cara membiasakan mengelola sampah secara bijak dimulai dari diri kita sendiri.

Daftar Pustaka : Basriyanto 2007 : Memanen Sampah : Kanisius 2007.

Senin, 01 November 2010

BEBAN BELAJAR DAN PEMBERIAN TUGAS KEPADA SISWA DALAM KTSP

Buku Standar Penyelenggaraan KKG-MGMP
Tentang Beban Belajar dan Pemberian Tugas Kepada Siswa Dalam KTSP
Posted on 30 Oktober 2010 by AKHMAD SUDRAJAT

Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi disebutkan bahwa terdapat dua jenis sistem penyelenggaraan progran pendidikan di di semua jenjang dan jenis satuan pendidikan yaitu: (1) Sistem Paket dan (2) Sistem Kredit Semester.



Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Sedangkan Sistem Kredit Sementer adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan.

Pada Sistem Paket, beban belajar setiap mata pelajaran dinyatakan dalam Satuan Jam Pembelajaran, sedangkan pada Sistem Kredit Semester dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS)

Baik pada Sistem Paket maupun Sistem SKS, keduanya memiliki 3 (tiga) komponen beban belajar yang sama, yaitu: (1) tatap muka; (2) penugasan terstruktur; (3) kegiatan mandiri tidak terstruktur, yang dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan ditetapkan sebagai berikut:
SD atau yang sederajat berlangsung selama 35 menit, dengan jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu: (a) kelas I s.d. III adalah 29 s.d. 32 jam pembelajaran dan (b) kelas IV s.d. VI adalah 34 jam pembelajaran
SMP atau yang sederajat berlangsung selama 40 menit, dengan jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu sebanyak 34 jam pembelajaran.
SMA atau yang sederajat berlangsung selama 45 menit, dengan jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu sebanyak 38 s.d. 39 jam pembelajaran.

Waktu untuk beban penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur berlaku ketentuan sebagai berikut:
Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SD atau yang serajat maksimum 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.
Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMP atau yang serajat maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.
Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMA atau yang serajat maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.

Berbicara tentang pemberian tugas kepada siswa, kita akan diingatkan pada salah satu metode dalam pembelajaran yang dikenal dengan sebutan Metode Pemberian Tugas atau Metode Resitasi. Mulyani Sumantri dkk (Yenrika Kurniati Rahayu, 2007) mengemukakan bahwa “Metode pemberian tugas atau penugasan diartikan sebagai suatu cara interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru untuk dikerjakan peserta didik di sekolah ataupun di rumah secara perorangan atau berkelompok.

Selanjutnya, Djamarah (Yenrika Kurniati Rahayu, 2007) mengemukakan tentang langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metode pemberian tugas atau metode resitasi, yakni sebagai berikut:

1. Fase pemberian tugas

Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:
Tujuan yang akan dicapai
Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut.
Sesuai dengan kemampuan siswa
Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.

2. Langkah pelaksanaan tugas
Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru
Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
Diusahakan/dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.

3. Fase mempertanggungjawabkan tugas
Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakan
Ada tanya jawab/diskusi kelas
Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun nontes atau cara yang lainnya.

Dari paparan di atas kita melihat bahwa pemberian tugas kepada siswa perlu disediakan waktu yang cukup. Untuk itu pemberian tugas hendaknya proporsional. Artinya, guru seyogyanya tidak memberikan tugas yang berlebihan alias terlalu membebani siswa. Perlu diingat bahwa dalam KTSP, ketentuan tugas yang dibebankan kepada siswa maksimum hanya separuh dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.

Di atas juga dikemukakan bahwa dalam memberikan tugas kepada siswa seyogyanya disesuaikan dengan kemampuan siswa Oleh karena itu tantangan beban tugas kepada siswa hendaknya diberikan secara moderat. Artinya, dalam memberikan tugas kepada siswa diusahakan tidak terlalu sulit atau justru terlalu mudah untuk dikerjakan siswa.

Pemberian tugas yang terlalu mudah akan menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi dan cenderung menyepelekan. Sedangkan jika terlalu sulit dapat menimbulkan rasa frustasi, bahkan mungkin hanya akan menimbulkan kebencian terhadap mata pelajaran maupun terhadap guru yang bersangkutan.

Hal ini tentu saja menjadi berseberangan dengan prinsip pembelajaran menyenangkan (joyful learning) yang saat ini sedang digelorakan dalam pendidikan kita

==========

Sumber:
Permendiknas RI Nomor. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
Panduan Penyelenggaraan SKS
Yenrika Kurniati Rahayu. 200

Selasa, 21 September 2010

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI KELOMPOK TANI MINA JAYA
DI SENDANGTIRTO BERBAH SLEMAN

I. LATAR BELAKANG

      Masalah kemiskinan merupakan masalah yang sangat komplek oleh karenanya masalah kemiskinan harus diatasi secara komprehensip dan harus melibatkan berbagai disiplin ilmu dan lintas sektoral, oleh karenanya harus diatasi bersama oleh pemerintah dan segenap elemen masyarakat. Pelibatan masyarakat dalam mengatasi kemiskinan agar memposisikan masyarakat miskin sebagai subjek didasarkan kepada asumsi, bahwa mereka sekalipun keadaan tidak berdaya tetapi masih memiliki potensi untuk memberdayakan dirinya sendiri.
Kemiskinan masih merupakan masalah pembangunan yang perlu diupayakan pemecahannya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang dapat meningkatkan kemampuan ekonominya. Kegiatan usaha merupakan salah satu langkah efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan, karena melalui kegiatan usaha ini masyarakat akan mempunyai kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya
Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945, ekonomi kerakyatan adalah sistem perekonomian yang melembagakan kedaulatan ekonomi rakyat. Tujuannya adalah untuk mengutamakan kemakmuran masyarakat di atas kemakmuran orang seorang.Prinsip penyelenggaraan ekonomi kerakyatan adalah tiga ayat yang terdapat dalam Pasal 33 UUD 1945 berikut: (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan; (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara; dan (3) Bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya ikuasai oleh negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dalam upaya mengatasi kemiskinan pemerintah telah meluncurkan program-program pemberdayaan melalui Usaha Ekonomis Produktif (UEP) seperti Program Pemberdayaan Keluarga melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).Ekonomi kerakyatan merupakan kegiatan ekonomi yang menghidupi kita. Setiap hari yang kita hidangkan di meja makan adalah bahan-bahan hasil produksi rakyat. Dari beras sampai garam, dari sayur-mayur sampai bumbu, merupakan produksi perekonomian rakyat.Ekonomi kerakyatan menghidupi dan menjadi pendukung kehidupan bangsa selama ini dan untuk masa akan datang. Meskipun terjadi krisis ekonomi global yang baru dialami Amerika dan memmbawa dampak di berbagai sector ekonomi , rakyat masih bisa hidup dari hasil-hasil ekonomi rakyat.Tatkala buruh-buruh sektor besar dan modern terkena PHK karena perusahaan insolvent mereka sebagian besar “diterima” dan “dihidupi” oleh ekonomi rakyatyang tetap survive.
Rakyat kita mengenal budaya tolong-menolong dan gotong royong yang merupakan bagian inti dari sistem :”social safety net” Indonesia yang tulen (genuine). Ekonomi rakyat telah menjadi “penjaga gawang” dalam perekonomian nasional. Ekonomi rakyat tel;ah menampung kesusahan-kesusahan dan beban ekonomi modern yang diwakili para konglemerat.

     Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 1 Kota dan 4 Kabupaten yang memiliki karakteristik tersendiri sehingga dalam kebijakan maupun tata kelola masing masing wilayah memiliki respon yang berbeda pula . Dalam hal menghadapi kemiskinan maupun dalam rangka melaksanakan ekonomi kerakyatanpun masing –masing mempergunakan jurus- jurus yang dianggap jitu dengan menyesuaikan lingkungan wilayah dan karkteristik penduduk. Kabupaten Sleman merupakan daerah yang memiliki program unggulan di bidang perikan karena pengairan untuk perikanan terdukung.

     Di Dusun Kadipolo Kelurahan Sendangtirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman. Tanah pertaniannya cukup subur dan pengairannya sangat lancer karena meskipun musim kemarau air sungai sebagai syarat utama perikanan terpenuhi terbukti tetap lancer dan melimpah. Penduduk asli mayoritas adalah petani namun didominasi buruh tani karena hanya sebagian kecil petani yang memiliki lahan. Dengan kondisi demikian maka pendapatan dan tingkat kehidupannya masih relative rendah. Masyarakat hanya mengandalkan hasil pertanian dari sawah yang ditanami padi dan kadang kadang diselingi tanaman kacang. Dengan penanaman tradisinal dan serimgnya terjadi kelangkaan pupuk maka penghasilan mereka menjadi rendah dan kadang kadang hasil panen mereka rusak karena hama.

     Dengan keterbatasan modal untuk menanam padi yang cukup besar dan kadang kadang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari maka petani sering dimanfaatkan oleh orang orang yang memiliki usaha dengan memanfaatkan kelemahan warga masyarakat. Para pemilik modal sering membeli hasil panen dengan sistem ” ijon” dan ada beberapa yang menjerat petani dengan memberipinjaman dengan bunga tinggi yang biasa disebut dengan “rentenir”. Dengan kondisi kehidupan petani yang kurang menguntungkan otomatis buruh tani tentu saja lebih memprihatinkan dan sangat diperlukan usaha untuk memperbaiki tingkat pendapatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

ll. Rumusan Masalah

Dengan latar belakang permasalahan tersebut di atas maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana pemberdayaan ekonomi kerakyatan di dusun Kadipolo Kelurahan Sendangtirto Berbah Sleman melalui kelompok Tani Mina Jaya?

III. Keraka Teori

1. Masyarakat Miskin
Menurut Gunawan Sumodiningrat (2000), masyarakat miskin secara umum ditandai oleh ketidakberdayaan atau ketidakmampuan (powerlessness) dalam hal:
1). Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan (basic need deprivation).
2). Melakukan kegiatan usaha produktif (unproductiveness).
3). Menjangkau sumber daya sosial dan ekonomi (inacceribility).
4). Menentukan nasibnya diri sendiri serta senantiasa mendapat perlakuan diskriminatif, mempunyai perasaan ketakutan dan kecurigaan, serta sikap apatis dan fatalistik (vulnerability); dan
5). Membebaskan diri dari mental budaya miskin serta senantiasa merasa mempunyai martabat dan harga diri yang rendah (no freedom for poor).
     Ketidakberdayaan atau ketidakmampuan tersebut menumbuhkan perilaku miskin yang bermuara pada hilangnya kemerdekaan untuk berusaha dan menikmati kesejahteraan secara bermartabat. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila kesulitan akan timbul ketika fenomena kemiskinan diobjektifkan dalam bentuk angka-angka (Heru Nugroho, 1995:30). 

Menurut Soejadi (2001), kemiskinan merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh manusia. Kemiskinan dapat didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Standar kehidupan yang rendah ini secara langsung tampak pengaruhnya terhadap tingkat keadaan kesehatan, kehidupan moral, dan rasa harga diri dari mereka yang tergolong sebagai orang miskin. Di negara-negara sedang berkembang, wacana pemberdayaan muncul ketika pembangunan menimbulkan disinteraksi sosial, kesenjangan ekonomi, degradasi sumber daya alam, dan alienasi masyarakat dari faktor produksi oleh penguasa (Prijono, 1996). 

2. Pemberdayaan

     Menurut John Friedman (1991), Pemberdayaan dapat diartikan sebagai perolehan kekuatan dan akses terhadap sumber daya untuk mencari nafkah. Bahkan dalam perspektif ilmu politik, kekuatan menyangkut pada kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Istilah pemberdayaan sering dipakai untuk menggambarkan keadaan seperti yang diinginkan oleh individu, dalam keadaan tersebut masing-masing individu mempunyai pilihan dan kontrol pada semua aspek kehidupannya. Menurut Sastroputo Santoso, (1998), konsep ini merupakan bentuk penghargaan terhada manusia atau dengan kata lain “memanusiakan manusia”. Melalui pemberdayaan akan timbul pergeseran peran dari semula “korban pembangunan” menjadi “pelaku pembangunan”. Perpektif pembangunan memandang pemberdayaan sebagai sebuah konsep yang sangat luas. Pearse dan Stiefel dalam Prijono (1996) menjelaskan bahwa pemberdayaan partisipatif meliputi menghormati perbedaan, kearifan lokal, dekonsentrasi kekuatan dan peningkatan kemandirian
    Menurut Hadiwinata dan Bob S (2003), Partisipasi dan pemberdayaan merupakan dua buah konsep yang saling berkaitan. Untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat diperlukan upaya berupa pemberdayaan. Masyarakat yang dikenal “tidak berdaya” perlu untuk dibuat “berdaya” dengan menggunakan berbagai model pemberdayaan. Dengan proses pemberdayaan ini diharapkan partisipasi masyarakat akan meningkat. Partisipasi yang lemah dapat disebabkan oleh kekurangan kapasitas dalam masyarakat tersebut, sehingga peningkatan kapasitas perlu dilakukan.

IV. Pembahasan

Pembangunan harus dikembangkan dan dengan berbasiskan ekonomi
domestik (bila perlu pada daerah kabupaten/kota) dengan tingkat kemandirian yang tinggi, kepercayaan diri dan kesetaraan, meluasnya kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipatif, adanya persaingan yang sehat, keterbukaan/demokratis, dan pemerataan yang berkeadilan. Semua ini merupakan ciri-ciri dari Ekonomi Kerakyatan yang kita tuju bersama (Prawirokusumo, 2001).
Dengan ekonomi kerakyatan diharapkan dapat memberikan perhatian utama kepada rakyat kecil lewat program-program operasional yang nyata dan mampu merangsang kegiatan ekonomi produktif di tingkat rakyat sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan. Komunitas ekonomi rakyat sebagai salah satu sel penyusun tubuh ekonomi Negara,merupakan sumber kekuatan bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Pemberdayaan ekonomi rakyat perlu memperoleh prioritas dalam pembangunan ekonomi rakyat sehingga dapat menjadi pelaku utama dalam perekonomian nasional.

     Titik berat pemberdayaan ekonomi kerakyatan akan terletak pada upaya mempercepat pembangunan pedesaan sebagai tempat bermukim dan berusaha sebagian besar subyek dan obyek pembangunan bangsa ini, dimana mereka berusaha sebagai petani dan nelayan yang berpolakan subsistem. Pemberdayaan ekonomi rakyat yang dilakukan harus mampu mengatasi dan mengurangi kendala dan hambatan yang dihadapi oleh pengusaha kecil, menengah, dan koperasi pada sektor industri pengolahan serta pedagang kecil di sektor perdagangan dan jasa.

     Dengan demikian, perlu dikembangkan kemampuan profesionalisme pelaku usaha pada tiga sektor usaha kecil tersebut secara berkesinambungan, agar mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berdaya guna dan berhasil guna, sehingga dapat mewujudkan peran utamanya dalam segala bidang yang mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini memungkinkan melalui upaya perbaikan dan pengembangan dalam pendidikan kewirausahaan dan manajemen usaha. 

     Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kwalitas hidup , maka beberapa tokoh masyarakat di Dusun Kadipolo melakukan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dan kemandirian ekonomi . Mereka mengetahui bahwa kondisi air dan tanah di kadipolo melimpah dan sangat cocok untuk budidaya udang galah. Dengan dipelopori Bapak Pujianto dan Bapak Jarot maka disosialisasikan budidaya Udang galah. Udang galah menjadi pilihan karena udang galah atau dalam bahasa latin disebut (Macrobrachium rosenbergii de Man) merupakan andalan budidaya perikanan nasional yang telah diprogramkan menjadi komoditas domestik dan ekspor..Memiliki nilai ekonomis tinggi karena banyak digemari oleh konsumen dalam maupun luar negeri. 

     Permintaan udang galah hingga saat ini sangat tinggi dan belum terpenuhi oleh para petani. Budidaya Udang galah merupakan salah satu usaha perikanan air tawar yang dapat dikembangkan kearah usaha yang dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan.Hingga saat ini permintaan udang galah di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat tinggi sehingga kadang kadang untuk memenuhi kebutuhan udang galah di DIY harus mendatangkan udang galah dari Jawa Barat.
     Dengan adanya sosialisasi dan contoh hasil budidaya yang dilaksanakan maka beberapa petani sawah beralih budidaya udang galah. Dalam perjalanannya mereka menghadapi beberapa kendala antara lain, pengetahuan budidaya yang minim, kebutuhan modal yang cukup besar dan permasalahan harga jual di pasaran dan keamanan kolam dari pencuri. Dengan adanya kendala tersebut maka beberapa petani sepakat membentuk kelompok petani udang dengan nama Kelompok Tani Mina Jaya. Kelompok Tani Mina jaya pada awalnya hanya berjumlah 10 petani didampingi Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL) dari Dinas perikanan yang bertugas di kelurahan sendangtirto. Dengan terbentuknya kelompok maka anggota kelompok mengadakan pertemuan-pertemuan anggota kelompok maupun dengan kelompok tani di Daerah Istimewa Yogyakarta.
     Beberapa kajian empiris menunjukkan bahwa permasalahan umum yang dihadapi oleh UKM dan Koperasi adalah: keterbatasan akses terhadap sumber-sumber permbiayaan dan permodalan, keterbatasan penguasaan teknologi dan informasi, keterbatasan akses pasar, keterbatasan organisasi dan pengelolaannya (Asy’arie,2001).
     Kelompok Tani Mina Jaya berkembang dan sekarang ada 32 anggota. Dalam memperkuat pengetahuan dan ketrampilan anggota Kelompok Tani Mina jaya diberi pelatihan- pelatihan dan mengikuti seminar mengenai cara budidaya udang galah yang diadakan oleh kelompok maupun dari Dinas Perikanan. Salah satu anggota kelompok yaitu Bapak Jarot pernah mengikuti pelatihan budidaya udang di Jepang dan hasil pelatihan disosialisasikan kepada anggota kelompok maupun warga yang ingin belajar budi daya udang. Pelatihan dan seminar yang diadakan tidak hanya mengenai budidaya saja namun juga diberikan pelatihan manajemen dan pemasaran sehingga petani memiliki pengetahuan yang cukup untuk berwira usaha udang karena hasil penjualan udang sangat tinggi bila dibandingkan dengan hasil petani padi. Dengan pelatihan dan seminar diharapakan terjadi peningkatan produktifitas dan penguasaan pasar serta mengembangkan kemitraan
     Dengan membentuk organisasi dan mengikuti pelatihan dan seminar kelompok Mina Jaya telah berhasil mengajak warga petani dan buruh tani untuk budidaya udang dengan cara mengontrak tanah Kas Desa maupun pelungguh Dukuh. Dengan nilai nominal satu tahun per meter persegi Rp Rp. 700,00 dan menyewa tanah warga secara berkelompok. Dengan modal lahan yang telah tersedia dan memperoleh hasil yang cukup signifikan kelompok mengajukan proposal bantuan modak kepada pemerintah. Pemerintah melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sleman memberikan bantuan modal berupa pinjaman lunak dengan bunga 6 % pertahun tanpa agunan melaui DPM (Dana Penguatan Modal).
Saat ini kelompok Tani Mina Jaya setiap Tahun diberikan pinjaman Rp 175 000 000,00 dalam setahun dengan bunga 6% pertahun dan pengembaliannya setiap enam bulan karena disesuaiakan dengan asumsi budidaya udang panen 6 bulan sekali. Penyaluran dana melalui Bank Daerah Sleman. Pada saat pembayaran kedua atau pelunasan kelompok dapat mengajukan lagi pinjaman berikut. Mengenai besaran pinjaman anggota kepada kelompok maupun pembayaran diserahkan pada mekanisme kelompok dan pinjaman tersebut tanpa agunan karena merupakan pinjaman kelompok dan bukan perorangan.
     Kelompol Mina Jaya mengadakan pertemuan satu bulan sekali dan para istri petani anggota Mina Jaya juga ikut dalam kegiatan kelompok dengan kegiatan simpan pinjam dan arisan. Saat ini kelompok telah memiliki dana kas cukup besar karena setiap panen anggota diwajibkan membayar kapada kelompok untuk kas sebesat 1% dari hasil penjualan panen. Kelompok memberikan fasilitas penyediaan pakan langsung mendatangkan dari pabrik Pakan udang Di Jawa Timur sehingga memperoleh harga lebih murah dari harga penjual karena selisih Rp 2500,00 setiap Zak dan dapat dilakukan pembayaran setelah panen udang.
Dalam penjualan hasil panen kelompok telah memiliki jaringan pemasaran dengan harga telah diatur oleh kelompok dan giliran panenpun di atur oleh kelompok sehingga tidak ada penumpukan hasil panen maupun persaingan harga diantara para petani udang. Dalam aturan main kelompok tercipta the same level playing field bagi petani dan pelaku ekonomi lainnya berdasarkan atuan main yang fair, transparan demokratis dan adil. Kelompok Tani Mina Jaya mampu mendorong peningkatan sumber daya , produktifitas hasil udang sehinga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dusun KadipoloSendangtirto Berbah Sleman telah dikenal dengan julukan “Desa Udang Galah”.
     Saat ini kelompok Tani Mina Jaya sedang membangun sarana dan prasarana pembibitan sendiri. Mereka mendapatkan dana hibah kurang lebih Rp 300.000.000,oo dan pelatih pembibitan dari Kementrian Kelautan di jakarta . Setelah anggota mahir maka semua pengelolaan diserahkan kepada kelompok. Dengan memiliki tempat pembibitan sendiri maka hasil dan manfaat yang diperoleh petani akan meningkat. Mereka dapat mandiri dari mulai penyediaan bibit, penyediaan pakan, dan pemasaran sehingga perekonomian mereka semakin baik dan sejahtera.
     Dalam masa krisis ekonomi global yang terjadipun petani udang tidak merugi namun diuntungkan karena permintaan tetap tinggi dan harga naik. Udang galah segar di jual dari petani Rp 60.000,00 per kilogram. Permintaan udang galah untuk restoran maupun rumah makan di Yogyakarta hngga saat ini belum terpenuhi dari hasil petani udang di Sleman sehingga masih sering mengambil dari petani Bumi ayu Jawa Barat.
Tingkat kesejahteraan masyarakat Kadipolo khususnya petani udang semakin baik sehingga banyak warga yang dahulu sebagai petani maupun buruh tani menjadi petani Udang galah . Mereka memiliki akses yang luas untuk mensejahterakan anggota dan mandiri . Prestasi Kelompok Tani Mina Jaya antara lain tahun 2009 mewakili Propinsi DIY ketingkat Nasional dan memperoleh Juara III tingkat Nasional.

V. KESIMPULAN

     Dengan ekonomi kerakyatan diharapkan dapat memberikan perhatian utama kepada rakyat kecil lewat program-program operasional yang nyata dan mampu merangsang kegiatan ekonomi lokal dan produktif di tingkat rakyat sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan. Dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dalam wadah Kelompok Tani Mina Jaya masyarakat menjadi berdaya dengan mampu menyediakan kebutuhan kelompok dan mengatur harga penjualan. Terjadi peningkatan pendapatan karena adanya penguatan modal dengan pinjaman lunak yang merupakan salah satu kendala utama dalam berwira usaha budidaya udang galah.
Keberadaan Kelompok Tani Mina jaya telah berhasil memberdayakan petani dan masyarakat Dusun Kadipolo Sendangtirto Berbah pada khususnya dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan, mengikut sertakan seminar para anggota kelompok, penyediaan bibit, pengadaan pakan , penentuan harga jual dan penguatan modal bekerja sama dengan pemerintah melalui Dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Sleman dan saat ini telah memiliki akses langsung dengan Kementrian Kelautan di Jakarta.

VI. DAFTAR PUSTAKA

1. Suharto, Edi dkk., (2004), Kemiskinan dan Keberfungsian Sosial: Studi Kasus Rumah Tangga Miskin di Indonesia, Bandung: STKSPress .

2. Prawirokusumo, Soeharto. 2001: Ekonomi Rakyat, Kosep, Kebijakan, dan Strategi, BPFE, Yogyakarta.

3. Asy’arie, Musa. 2001: Keluar dari Krisis Multi Dimensi: Lembaga Studi Filsafat Islam, Yogyakarta.

4. Sajogyo. 1998. Masalah Kemiskinan di Indonesia. Antara Teori dan Praktek. Mimbar Sosek Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

5. Nugroho, Heru, 1995., Kemiskinan, Ketimpangan dan Pemberdayaan, dalam buku Dewanta, Awan Setya,1995., Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia , Yogyakarta: Aditya Media.
6. Badan Pusat Statistik, 2003. Penduduk Miskin (PoorPopulation). Berita Resmi Statistis Penduduk Miskin No.04/Th.II/July, Jakarta:CBS.